Saya sih gak heran kalau pemilu legislatif ini digugat oleh parpol-parpol yang merasa dirugikan, toh ini negara demokrasi, setiap parpol boleh menyatakan pendapatnya masing-masing. Termasuk juga saya yang ingin sedikit mencurahkan isi hati saya di artikel ini tentang parpol-parpol yang kurang setuju akan hasil pemilu legislatif kemarin. Saya heran kenapa sampai segitu “lebay” nya orang-orang mengkritik habis-habisan KPU tentang pemilu legistatif ini. Bahkan saya pernah mendengar bahwa pemilu 2009 itu pemilu terburuk dalam sejarah bangsa ini. What?? It’s absolutely LEBAY…..hehehe, orang-orang hanya bisa mengkritik pemerintah dan KPU, saya hanya bisa bertanya “Apakah mereka semua yang mengkritik bisa memimpin negeri ini (entah yang pernah memimpin atau belum pernah memimpin)?”
Sebenarnya pemilih yang tidak terdaftar dalam DPT itu tidak lebih dari 2%, tapi masalahnya 2% itu bernilai sekitar 6jt orang dari sekitar 500rb TPS, “bekas” capres independen ada yang bilang “kita harus menghormati suara 6jt orang itu, seharusnya KPU tidak boleh menyia-nyiakan 1 suara sedikitpun” saya menyayangkan bahwa kata-kata seperti itu keluar dari mulut beliau, karena menurut saya tidak mungkin ada pemilu yang sesempurna itu, tak ada gading yang tak retak, orang-orang ingin hasil yang sempurna padahal mereka sendiri tidak sempurna, saya bukanlah pendukung pemerintah atau KPU, toh partai yang saya unggulkan kecil sekali perolehan suaranya,T__T…ini hanyalah jerit rakyat kecil yang prihatin dengan keadaan negara ini pasca pemilu legislatif.
Saya baru aja kemarin liat Survey klo pendukung-pendukung partai yang bersangkutan justru banyak yang memilih capres dari partai lain yang bukan di usung oleh partainya sendiri dengan catatan jika pilpres dilaksanakan hari itu. Ini negara demokrasi, sekarang rakyat bisa menjatuhkan partai-partai besar, kenapa? Karena rakyat lebih memilih figur ketimbang partai, rakyat sudah pada pintar, mereka sudah selektif dalam memilih dan menentukan pemimpin mereka, jadi menurut saya penurunan hasil partai-partai besar itu adalah kenyataan, bukan rekayasa. Masalahnya banyak orang tidak bisa menerima kenyataan,hehehe….
Kenapa kita tidak contoh pada saat pemilihan presiden Amerika, pada saat itu Barrack Obama bersaing dengan John McCain, pada saat McCain kalah dari Obama, saat itu juga McCain dengan lapang dada dan berjiwa ksatria mengakui bahwa dia kalah dari Barrack Obama!! Bahkan ketika kalah dia mendukung Barrack Obama, walaupun terkadang partainya melawan kebijakan pemerintahan Barrack Obama, but it’s Fine! McCain tidak NGAMBEK kepada barrack obama atau bahkan memposisikan partainya sebagai OPOSISI pemerintahan barrack obama, kita hanya bisa berharap mudah-mudahan elit politik kita bisa mencontoh mereka yang bersikap dewasa.
Kayanya jarang-jarang saya posting yang serius-serius keq gini, hehehe…artikel yang saya tulis disini tidak menyebutkan satupun NAMA PARTAI, atau NAMA TOKOH PARTAI, tentu saja untuk menjaga nama baik mereka, sekian dulu…sampai jumpa di kesempatan lain,hehe…
7 comments
olip
23/04/2009 at 12:24 (UTC 7)
DI situlah terlihat jelas bahwa selama ini caleg² itu hanya mementingkan pribadinya *egoisme*
Norak plus lebay ….
Kus Andriadi :
Betul,itu semua egoisme…dan hanya menebar janji2 palsu..hehe
[Reply]
deeedeee
23/04/2009 at 13:01 (UTC 7)
politik… :kacamata:
penuh dg intrik… :jedug:
great article… gak da yg sempurna, kita cuman bisa terus belajar dari ketidaksempurnaan yg ada. Moga next pilpres bisa jauh lebih baik.. aamiin
Kus Andriadi :
iya,kuharap juga begitu….hehe
[Reply]
mas stein
23/04/2009 at 14:00 (UTC 7)
di indon kalo menang ya menang mas, kalo kalah baru banyak alesannya, nyalahin DPT adalah salah satunya. saya setuju DPT harus dibenahi, tapi kalo DPT buat alasan kekalahan sih memang sudah bawaan orang kita
Kus Andriadi :
wakwakakwakwkkak…saya setuju,, itu indonesia banget,,hehe
[Reply]
Omiyan
23/04/2009 at 14:23 (UTC 7)
kalau buat saya seharusnya mereka nyadar, mereka selama ini mendapat subsidi dari rakyat karena pengeluaran PEMILu jelas menggunakan uang rakyat jadi jangan sampai rakyat telah dirugikan dengan uang kini dibombardir dengan wacana pemboikotan hasil Pemilu
http://bungaliani.wordpress.com/2009/04/23/pemboikotan-pemilu-bukan-buat-kepentingan-rakyat/
Kus Andriadi :
baca dulu ah,,Menuju TKP,
[Reply]
aNGga Labyrinth™
23/04/2009 at 21:59 (UTC 7)
ribet, selain jauh banget dari bidang ini
diriku jga tipe orang yang kurang suka mencampuri urusan orang lain.
jadi klo ngomongin politik dara gimanaaa…. gitu :)
Kus Andriadi :
hihi..emang cocoknya ngoprek komputer ya…hehe
[Reply]
Masenchipz
25/04/2009 at 15:34 (UTC 7)
klo pemilu di ulang.. duh.. gak kebayang duit yang terbuang pemilu kemarin :mlorok:
Kus Andriadi :
Pasti nambah 2x lipat biayanya…>.<
[Reply]
benkyo
26/04/2009 at 12:11 (UTC 7)
:diem:
benkyo’s last blog post..mendadak puitis
Kus Andriadi :
hmmm…
[Reply]