Refleksi 22 tahun kehidupan

22 tahun yang lalu, tepat pada jam 10 pagi tanggal 27 November 1989. Di RSPAD Gatot Subroto telah lahir seorang anak bayi yang mungil nan lucu. Lahir secara normal dan kemudian diberi nama Kus Andriadi. Banyak harapan yang mungkin muncul ketika bayi tersebut dilahirkan, terlepas akan menjadi seperti apa bayi tersebut ketika besar nanti. Bayi yang pada saat itu masih bersih dari dosa dunia, bagaikan kertas putih yang siap untuk di coret oleh tinta-tinta kehidupan yang keras dan kotor.

Ketika bayi tersebut beranjak besar, dia telah tumbuh menjadi seorang anak yang sehat, dia di sekolahkan pada sebuah sekolah islam Manba’ul Khair selama 9 tahun, sekolah yang memberikan banyak pendidikan moral dan akhlak, bekal untuk menghadapi kehidupan masa depan yang keras dan penuh godaan. Secara tidak langsung, sekolah tersebut lah yang memberikan sebuah Firewall kehidupan yang berperan besar kepada sifat dan perilaku anak tersebut.

22 tahun setelah itu, sekarang anak tersebut sudah menjadi pria dewasa yang siap menjalani masa depannya. Kegagalan demi kegagalan yang dia dapatkan tidak menyurutkan semangat dan niat baiknya untuk membahagiakan orang tua dan keluarga besarnya. Sekarang kegagalan bukan musuh baginya, dia selalu bisa mengambil pelajaran dari kegagalan tersebut. Dia yakin bahwa semua akan indah pada waktunya dan Allah SWT punya rencana yang lebih baik untuknya. Dia masih berjuang keras untuk mengurangi penyakit-penyakit hati yang mungkin telah meracuninya.

Di umur yang sudah berkepala 2 ini, dia sedang serius menjalani kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta Selatan, Sekarang dia sedang menjalani skripsi, yang jika Allah SWT mengijinkan dia akan di wisuda pada bulan maret 2012 nanti. Masih banyak kekurangan di dalam dirinya, tapi percayalah, dia masih terus belajar untuk menjadi pribadi yang baik untuk semua orang.

Waktu terus berjalan, dan dia masih terus berjuang untuk kehidupannya dan dia masih terus belajar untuk menjadi pribadi yang lebih baik, kebetulan di ulang tahunnya ke 22 ini, bertepatan dengan tahun baru islam 1433H, mengirimkan surat al-fatihah adalah kado terindah untuknya, doakan pria tersebut agar di umur yang sudah dewasa ini, dia bisa menjadi pria yang lebih sabar, dewasa, lebih berguna bagi banyak orang dan segala cita-cita dan harapannya bisa tercapai..

Al-fatihah..

2 thoughts on “Refleksi 22 tahun kehidupan”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.