Sertifikat Digital Forensik di Indonesia

Digital Forensik atau dalam bahasa indonesia sering disebut sebagai komputer forensik menurut sumber dari wikipedia adalah salah satu cabang dari ilmu forensik yang berkaitan dengan bukti legal yang masih terdapat pada sebuah komputer atau lebih dan media penyimpanan digital. Zaman sekarang ini banyak kejahatan yang dilakukan di dunia maya, menyebabkan perlunya dibentuknya polisi cyber atau polisi yang khusus menukangi masalah-masalah yang menyangkut cyber crime. Sejauh pengetahuan yang saya miliki, negara-negara yang sudah membentuk polisi cyber salah satunya adalah China dan Australia, bagaimana dengan Indonesia? sejauh ini menurut saya belum ada polisi yang khusus menukangi masalah cyber, adapun divisi Cybercrime yang berada di Mabes Polri dan Kepolisian Daerah menurut saya bukan polisi cyber, karena tidak ada nya orang yang benar-benar ahli dalam masalah ini, termasuk orang yang memiliki sertifikat digital forensik yang tentunya berpengalaman dalam hal ini. Tapi saya yakin seiring berjalannya waktu, Kepolisian akan membentuk satuan polisi ini untuk menekan angka kriminalitas di dunia maya.

Ada 5 Langkah dasar yang saya ketahui dalam digital forensik yaitu :

  1. Preparation (Informasi dari penyidik dan saksi)
  2. Collection (Mengumpulkan data)
  3. Examination (Pemeriksaan)
  4. Analysis (Menganalisa dan menarik benang merah dari data-data yang telah dikumpulkan)
  5. Reporting(Mengambil keputusan/kesimpulan)

Seorang Pakar digital forensik harus benar-benar terlatih dan berpengalaman dalam menggunakan cara untuk mengumpulkan semua data – data yang diperlukan dan bisa dijadikan bukti legal yang tentu saja semua nya itu sudah diatur dalam Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Dari berbagai sumber yang saya baca, orang yang memiliki sertifikat digital forensik di Indonesia masih sedikit, salah satu nya adalah Ruby Alamsyah yang namanya sempat mencuat karena menunjukan cara untuk membobol ATM, apakah itu salah? menurut saya tidak, karena dengan kita tahu bagaimana seorang menguras ATM, kita bisa menjadi lebih berhati-hati dan waspada jika ingin mengambil uang tunai. Lebih baik mencegah daripada mengobati, kita tidak perlu belajar dari kesalahan jika kita tahu bagaimana kesalahan itu akan timbul dan apa penyebab nya, dan itu lah yang menurut saya dilakukan pak ruby, yang juga satu-satunya dari 240 juta warga negara indonesia yang terdaftar di High Technology Crime Investigation Association (HTCIA).

Saya tidak tahu apa yang harus dilakukan jika ingin mengambil sertifikat semacam ini, tapi saya yakin untuk mendapatkan itu bukanlah hal yang mudah, terlebih mencari bukti-bukti digital dari jaringan internet yang mungkin saja terhubung ke puluhan milyar komputer di seluruh dunia tidak lah mudah. Saya yakin kedepannya akan banyak bermunculan pakar-pakar yang benar-benar mengerti akan digital forensik di Indonesia, tentunya di imbangi dengan peraturan di dunia maya yang di ketat akan tapi tidak mengekang kebebasan berpendapat setiap individu. Tapi ingat, kebebasan bukan berarti bebas lepas, tapi kebebasan yang dilandasi dengan tanggung jawab.

Sumber :

  1. Wikipedia – http://en.wikipedia.org/wiki/Computer_forensics
  2. Wikipedia Indonesia – http://id.wikipedia.org/wiki/Komputer_forensik
  3. Gambar diambil secara acak dari google
  4. aldinobahtiar.wordpress.com
  5. akbar0010.wordpress.com

Regards

2 thoughts on “Sertifikat Digital Forensik di Indonesia”

  1. Mengenai sertifikat Computer Forensic, sebenarnya ada beberapa pelatihan yang dapat diikuti di indonesia untuk mempersiapkan diri sebelum mendaftar untuk sertifikasi internasional. Tes untuk sertifikasi tersebut memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi, sehingga pelatihan-pelatihan persiapan tersebut sangat penting untuk diikuti. Keterangan lebih lengkap mengenai Computer Forensic Training dapat dilihat di http://www.bounga.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.